PSM Makassar Akhiri Rekor Tak Terkalahkan Persebaya Berkat Gol Bunuh Diri Mantan Kapten

PSM Makassar berhasil menghentikan catatan tak terkalahkan Persebaya Surabaya setelah meraih kemenangan tipis 1-0 pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, menghadirkan drama ketika Yuran Fernandes, mantan kapten PSM yang kini memperkuat Persebaya, mencetak gol bunuh diri pada menit ke-74. Situasi semakin menegangkan pada masa tambahan waktu setelah penjaga gawang Muhammad Ardiansyah menggagalkan dua eksekusi penalti Alex Martins, termasuk tendangan ulang. Hasil tersebut menjadi sorotan Sepak Bola Indonesia karena sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Bajul Ijo musim ini.
Juku Eja Menghentikan Rekor Tak Terkalahkan Bajul Ijo
Duel Juku Eja menghadapi Bajul Ijo menghadirkan persaingan sengit dalam pertandingan pekan keenam kompetisi. Bermain di Stadion Gelora B.J. Habibie, PSM Makassar berusaha mengambil inisiatif. Tim yang ditangani Darije Kalezic harus bekerja keras menembus pertahanan dari Persebaya. Sepanjang babak pertama, skor tetap bertahan tanpa gol. Keseimbangan permainan berhasil terpecahkan pada menit ke-74 setelah sentuhan Yuran Fernandes ke gawang sendiri. Perubahan skor menjadi 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut memberikan dampak besar karena tim tamu sebelumnya belum pernah kalah. Dengan hasil 1-0, PSM memutus tren positif Persebaya. Bagi skuad Juku Eja, hasil maksimal memberikan momentum positif dalam persaingan kompetisi domestik. Di pihak lawan, Persebaya harus menerima kekalahan pertama. Laga pekan keenam tersebut menunjukkan pentingnya konsentrasi karena sebuah momen di kotak penalti mengubah pertandingan. Dalam kompetisi yang semakin ketat, kesalahan sederhana dapat berakibat menentukan.
Kesalahan Antisipasi Yuran Fernandes Membawa PSM Unggul
Momen paling menentukan berlangsung pada pertengahan babak kedua. PSM Makassar berhasil mengirimkan bola ke area berbahaya melalui inisiatif menyerang dari Lars Veldwijk. Veldwijk memberikan umpan yang mengarah ke kotak penalti. Bek tengah Persebaya tersebut melakukan antisipasi terhadap serangan. Akan tetapi, upaya menghalau tersebut berakhir menjadi gol bunuh diri. Penjaga gawang Reza Arya gagal mencegah terjadinya gol. Gol yang menguntungkan PSM membawa Juku Eja unggul satu gol.
Insiden pada menit ke-74 itu terasa semakin dramatis karena Yuran Fernandes sebelumnya memperkuat PSM. Ketika bertanding melawan tim yang pernah dibelanya, Yuran harus menerima situasi sulit. Walaupun insiden itu berpengaruh besar, situasi serupa tidak selalu mencerminkan keseluruhan performa pemain. Seorang bek sering harus mengambil keputusan dalam waktu singkat. Saat menghadapi umpan di depan gawang, perubahan arah bola yang tidak diinginkan dapat menghasilkan gol bunuh diri. Karena itulah, peristiwa itu menunjukkan besarnya tuntutan konsentrasi dalam duel antara dua klub besar nasional.
Alex Martins dan Toni Firmansyah Sempat Mengancam Gawang PSM
Ketika pertandingan masih berlangsung imbang, Persebaya mampu menciptakan sejumlah peluang untuk mencetak gol pertama. Sosok yang memimpin Persebaya mencoba meningkatkan daya serang. Toni Firmansyah dan Alex Martins mendapat tugas meningkatkan ancaman. Ketika babak kedua baru berjalan, Toni Firmansyah mencoba mencetak gol melalui sepakan. Akan tetapi, Muhammad Ardiansyah berhasil mengamankan bola. Peluang berikutnya berasal dari upaya Miguel Pereira pada menit ke-59, tetapi penyelesaiannya belum menemui sasaran.
Kesempatan paling berbahaya berasal dari penyelesaian akhir penyerang Brasil tersebut sekitar menit ke-60. Pemain depan Persebaya itu menciptakan ancaman serius, tetapi bola hanya membentur mistar. Kesempatan emas yang terbuang memperlihatkan tipisnya perbedaan hasil. Tim tamu selanjutnya berusaha menambah variasi serangan dengan memasukkan Francisco Rivera dan Saddil Ramdani. Meski telah melakukan perubahan, gol yang diharapkan belum tercipta. Situasi tersebut memberikan pelajaran berharga setelah PSM justru mencetak gol penentu.
Penyelamatan Penalti Beruntun Mengamankan Kemenangan Juku Eja
Ketegangan laga masih berlangsung hingga masa tambahan waktu. Ketika laga memasuki injury time, Persebaya memperoleh peluang besar setelah Risto Mitrevski dijatuhkan oleh pemain bertahan PSM. Agung Mannan harus meninggalkan lapangan akibat insiden di kotak penalti. Melalui keputusan di lapangan, memberikan penalti untuk Persebaya. Alex Martins mengambil tanggung jawab menendang untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, Muhammad Ardiansyah berhasil menepis eksekusi pertama. Penyelamatan penting tersebut menjaga keunggulan sementara bagi pasukan Darije Kalezic.
Drama pada masa tambahan waktu setelah itu memunculkan kesempatan kedua ketika wasit meminta eksekusi dilakukan kembali. Penetapan penalti ulang muncul setelah kiper dinilai meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang. Penyerang asal Brasil itu diberikan kesempatan mengulang penalti untuk membuat pertandingan berakhir imbang. Sekali lagi, Ardiansyah mampu membaca arah bola sehingga PSM masih mempertahankan keunggulan. Dua penyelamatan penalti memberikan peran besar dalam kemenangan bagi PSM Makassar. Ketika hasil laga bergantung pada tendangan penalti, kemampuan membaca gerakan penendang menjadi penentu perolehan poin. Kiper PSM menunjukkan kualitas itu melalui keberhasilan menjaga gawang tetap tanpa kebobolan.
Hasil PSM Kontra Persebaya Menjadi Momentum Penting Kedua Tim
Kemenangan atas Persebaya menjadi tambahan modal penting dalam perjalanan kompetisi 2026/2027. Usai memperoleh poin maksimal, PSM Makassar menempati peringkat ke-10 dengan koleksi delapan poin. Sebaliknya, Persebaya menempati peringkat ke-9 dengan sembilan poin. Jarak angka yang sangat tipis menjadi gambaran pentingnya setiap pertandingan. Dari sudut pandang klub asal Makassar, tambahan tiga poin memberikan dorongan positif. Ketika berupaya meningkatkan posisi kompetisi, kemenangan melawan tim yang belum terkalahkan mempunyai nilai psikologis tersendiri.
Adapun dari sudut pandang tim asal Surabaya, berakhirnya catatan tak terkalahkan memerlukan respons positif. Menjelang pertandingan menghadapi PSM, Persebaya belum mengalami kekalahan. Namun demikian, satu gol bunuh diri mengubah situasi. Di samping kegagalan menjaga gawang, eksekusi Alex Martins dan tendangan ulang sama-sama gagal. Kegagalan mencetak gol penyeimbang memperlihatkan kebutuhan menjaga ketenangan. Bernardo Tavares perlu membantu pemain kembali fokus sebelum menghadapi agenda kompetisi selanjutnya. Ketika menghadapi jadwal pertandingan beruntun, kemampuan bangkit setelah kekalahan berpengaruh terhadap keberhasilan tim.
Gol Bunuh Diri Yuran Fernandes Mengakhiri Rekor Bajul Ijo
Keberhasilan Juku Eja menundukkan Bajul Ijo memberikan pelajaran penting dalam persaingan kasta tertinggi Sepak Bola Indonesia. Sentuhan pemain Persebaya ke gawang sendiri pada menit ke-74 membawa tuan rumah meraih kemenangan. Meskipun Bajul Ijo memberikan perlawanan, penyelesaian akhir belum cukup efektif. Keberhasilan kiper PSM menggagalkan eksekusi dan penalti ulang semakin menegaskan pentingnya peran penjaga gawang. Kemenangan satu gol tanpa balas memberikan kekalahan pertama kepada Bajul Ijo. Bagi PSM, hasil ini menjadi modal berharga. Di sisi lain, Persebaya harus segera melakukan evaluasi. Bagaimana pendapat Anda, apakah kedisiplinan PSM menjadi kunci utama dalam berakhirnya rekor tanpa kekalahan Persebaya? Bagikan pendapat Anda mengenai drama pertandingan kedua klub tersebut.








